Hati atau jantung manusia bagaikan sebuah tabung resonansi gitar. Setiap kita berbuat sesuatu, baik itu pada taraf berpikir maupun berbuat, selalu terjadi getaran di hati kita. Getaran tersebut bisa kasar, bisa juga lembut. Bergantung bagaimana getaran itu muncul. Ketika kita gembira, hati kita bergetar. Ketika sedang bersedih, hati kita juga bergetar. Ketika marah, hati kita juga bergetar.....
...Orang yang pemarah akan memiliki risiko sakit jantung dan mengerasnya pembuluh-pembuluh darahnya. Dan secara psikologi dikatakan hatinya semakin mengeras dan tidak mudah bergetar oleh kebajikan.....
....seseorang yang hatinya lembut akan bisa menghasilkan cahaya di dalam hatinya. Dan jika cahaya ini semakin menguat, maka ia akan 'menerobos' keluar menggetarkan seluruh bio elektron di dalam tubuhnya untuk mengikuti frekuensi cahaya tersebut. Hasilnya, tubuhnya akan mengeluarkan cahaya persis aura yang jernih. Dan jika kelembutan itu semakin menguat, maka aura itu akan merembes semakin jauh mempengaruhi lingkungan sekitarnya...
--> eh true laa... heart responses to my emotional reaction most of the time...
dipetik dr resonasi hati - tokeikedai (Tq for d info... like it!)
...Orang yang pemarah akan memiliki risiko sakit jantung dan mengerasnya pembuluh-pembuluh darahnya. Dan secara psikologi dikatakan hatinya semakin mengeras dan tidak mudah bergetar oleh kebajikan.....
....seseorang yang hatinya lembut akan bisa menghasilkan cahaya di dalam hatinya. Dan jika cahaya ini semakin menguat, maka ia akan 'menerobos' keluar menggetarkan seluruh bio elektron di dalam tubuhnya untuk mengikuti frekuensi cahaya tersebut. Hasilnya, tubuhnya akan mengeluarkan cahaya persis aura yang jernih. Dan jika kelembutan itu semakin menguat, maka aura itu akan merembes semakin jauh mempengaruhi lingkungan sekitarnya...
--> eh true laa... heart responses to my emotional reaction most of the time...
dipetik dr resonasi hati - tokeikedai (Tq for d info... like it!)



